
How do you keep the music playing
How do you make it last
How do keep the song from fading
Too fast
How do you lose yourself to someone
And never lose your way
How do you not run out of new things
To say
And since you know we're always changing
How can it be the same
You're sure your heart will fall apart
Each time you hear her name
If we can be the best of lovers
Yet be the best of friends
If we can try with every day
To make it better as it goes
With any luck than I suppose
The music never ends
Aku suka banget lagu ini. Selain lagu 'You' yang dinyanyikan pertama kali oleh Basil Valdes, lagu 'How do you keep the music playing' jadi lagu favoritku.
Dua lagu ini mempunyai ciri khas yang sama, yakni banyak dinyanyikan dan diaransemen ulang.Tak kurang dari Frank Sinatra,
Shirley Bessy sampai Patti Austin dan Luther Vandros menyanyikannya dengan suara merdu mereka. Bermacam aransemen yang mengiringi lagu ini. Dari pop, classic sampai jazzy semua ada.
Pada reriungan hari ulang tahunku tanggal 19/9 kemarin, seorang teman dekat menghadiahiku cd Quincy Jones yang berjudul Love Q. Tepat di track nomor 9, aku dapati lagu ini masuk dalam album nostalgia Quincy Jones itu.
Mengapa aku menyukai lagu How do you keep the music playing ini?
Mungkin karena kekuatan lirik dan juga tak sembarangan orang dapat menyanyikannya. Maksudnya, hanya penyanyi yang mempunyai suara khas yang tepat menyanyikan lagu itu.
Intonasi nada, dan juga irama dalam lagu ini pelan, tapi tak dapat juga dikatakan mendayu-dayu. Kadang juga perlu suara tinggi, tapi juga tepat jika vokal suara seperti Celine Dion yang dipakai. Kekhasan aransemen, utamanya lirik itu yang membuat lagu ini berbeda dari lagu lainnya.
Keseluruhan album Love Q ini memang bagus,
bahkan Barry White ikut menyumbangkan suara beratnya
itu. Jadi, tak berlebihan memang jika aku kemudian merekomendasikan album itu untuk dibeli oleh teman-temanku di komunitas pecinta jazz. Memang sih, ada yang bilang kalau aku ketinggalan info atas keluarnya album itu. Tapi banyak juga yang belum pernah mendengarnya. Tadi aku mendapatkan info dari beberapa teman yang bilang kalau cd album Love Q ini termasuk laris di pasaran.
Buktinya? Si Albert yang eksekutif perhotelan yang mengaku super sibuk itu, sampai rela mengorbankan waktu makan siangnya untuk berburu cd itu. Hasilnya, nihil. Dari Duta Suara, Disk Tara, dan toko-toko cd dari besar dan kecil, hanya satu jawaban yang sama didengarnya, "Wah pak, sudah habis. Stok baru belum datang. Barangnya memang banyak dicari. Minggu depan coba datang lagi pak."
Heeemmff...
memang untuk mendapatkan barang yang bermutu memang harus bersabar dan
tetap berjuang. Toh, tak berlebihan juga untuk menghabiskan waktu mencari cd itu. Lha, memang kualitas lagu-lagu yang disuguhkan jan ciamiik tenan je ^_^
.