<body bgcolor=white text=black link=black vlink=black alink=black marginwidth=0 marginheight=0 topmargin=0 leftmargin=0 rightmargin=0 bottommargin=0>
You can not blame my emotion because it will never fade away. I do not care about bad affinity. Its about me. Myself........


Visitor: hits.
Visitor online: online


These days the world's events are strange. They say this and they say that. There is no point arguning. I am better off dozing.....


NEWS
→Herald Tribune
→New York Post
→Washington Post
→Tempo
→Bisnis Indonesia
→Kompas
→Pantau
→MinergyNews
→Platts


DJOGJA's NEWS
→Kabare Jogja
→Gudang Info tt Yogya
→Angkringan
→Jawa Palace
→Primbon Jawa
→Sastra


JAZZ NEWS
→Horizon
→GRP
→Warta Jazz
→Jazz FM
→Dave Koz
→Fourplay
→Lee Ritenour



FILEs

  • January 2004
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • July 2006
  • August 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • November 2006
  • December 2006
  • January 2007
  • March 2007
  • April 2007
  • May 2007
  • July 2007
  • August 2007
  • September 2007
  • October 2007
  • November 2007
  • December 2007
  • January 2008
  • February 2008
  • March 2008
  • April 2008
  • May 2008
  • June 2008
  • July 2008
  • August 2008
  • September 2008
  • October 2008
  • November 2008

































  •    
    Angin Savana
     
    Thursday, January 26, 2006

    Nobody deserve to live alone without love, Alfie 

    What's it all about, Alfie?
    Is it just for the moment we live?
    What's it all about when you sort it out, Alfie?
    Are we meant to take more than we give
    Or are we meant to be kind?
    And if only fools are kind, Alfie,
    Then I guess it's wise to be cruel.
    And if life belongs only to the strong, Alfie,
    What will you lend on an old golden rule?
    As sure as I believe there's a heaven above, Alfie,
    I know there's something much more,
    Something even non-believers can believe in.

    I believe in love, Alfie.
    Without true love we just exist, Alfie.
    Until you find the love you've missed you're nothing, Alfie.
    When you walk let your heart lead the way
    And you'll find love any day, Alfie*





    * Soundtrack Alfie's Film

    Sehari, -sepulang dari RS Pondok Indah karena saudara typus berkenan mengunjungi tubuhku, di tumpukan dvd dekat plasma milik Ryu, kutemukan film klasik berjudul Alfie yang dibintangi Michael Caine. Film lama, tapi cukup menghibur mengatasi bosanku karena harus selalu terbaring di kamar dan menatap enternit sebagai pemandangan sehari-hari.

    Film produksi 1966 yang dinominasikan untuk menyabet 5 Oscar dan beberapa penghargaan lainnya memiliki alur cerita yang mungkin biasa saja untuk ukuran jaman sekarang. Hanya ide ceritanya yang memang luar biasa, terbukti film ini dibuat lagi dengan Jude Law sebagai Alfie.

    Lebih jauh lagi, Diva pop Amerika Cher, dipilih komposer Burt Bacharach dan Hal David sebagai penulis lagu untuk menyanyikan soundtracknya. Suara khas Cher yang terdengar pada akhir film memberikan atmosfir tersendiri. Lagu Alfie ini terhitung Timeless mengingat banyak penyanyi banyak penyanyi senior seperti Jheena Lodwick, Barbara Straisand atau penyanyi muda seperti Joss Stone turut menyanyikan lagu klasik ini.

    Liriknya memang menyentuh, terutama bagi orang-orang yang sudah dan pernah berhadapan atau mengenal pria dengan karakter seperti Alfie ini.

    Film ini meninggalkan kesan padaku.
    Aku jadi teringat kalau dulu pernah bilang, "sometimes better to be alone, 'cause nobody can hurt you." Ya, memang manusia kadangkalanya perlu sendiri untuk bertafakur dan menyadari akan makna 'kediriannya'. Namun manusia, sejatinya tak ada yang ingin hidup sendiri.

    Dalam sendiriku aku tersadar ternyata, "alone isn't always
    fun and free. Alone is suck. I don't want grown up and being old
    without somebody by my side. I don't want become old, and lonely."


    Sakit kali ini ternyata memberikan berkah luar biasa buatku.




    .

     
    Sunday, January 22, 2006

    Ryu dan ketika aku sakit 

    Aku cemas benar,
    tanpa alasan tanpa akibat.


    Seperti biasa di awal Januari, Ryu selalu menelpon untuk mengabarkan rencana rutin kedatangannya setiap satu tahun sekali. Dia kaget ketika tahu aku sakit. Yang membuatnya semakin panik ketika tak terdengar suara apapun dariku. Ya, tiga hari penuh aku tak bisa bicara. Radang tenggorokan yang menyertai datangnya typus dan maag membuatku kehilangan suara.

    Kedatangannya dari Jepang yang direncanakan akhir bulan ini, di majukan segera. Ryu datang tepat ketika kondisiku sedang parah2nya. Badan lemas, demam, dan sering terasa mati rasa.

    Olehnya aku dibawa langsung ke rumahnya di Bogor. Istirahat penuh, dan dia minta supaya pembantunya melayaniku dengan baik. Ryu orang yang baik. Benar kata ayahku dulu, walau Ryu orang Jepang, tapi sikapnya jauh lebih Indonesia dari orang pribumi sendiri. Kebaikannya aku lihat ketika dengan bijaknya dia mencegah ibuku untuk datang ke Jakarta.

    "Tak perlu repot, kondisinya masih tertangani. Saya yang merawatnya, sebelum nanti saya datang bertemu mbakyu di Djogja," katanya ketika meyakinkan ibuku.

    Ryu tahu benar kalau ibuku saat ini sudah tak boleh lagi mendengar berita yang mengagetkan karena alasan kesehatan. Hal ini pula yang selalu menjadi fokus utamaku ketika menghadapi satu masalah. Seringkali aku terpaksa mengatakan kepada ibu bahwa kondisiku baik2 saja di Jakarta. Padahal tak selalu demikian. White lies, pikirku mencari pembenaran. Heeemmmfff, berbohong kepada ibu. Betapa gilanya apa yang kulakukan.

    Selama bersama Ryu, selain mengawasi makan dan meminum obat dari dokter, dia juga memberikanku ramuan yang dibuatnya dalam bentuk teh. Tak tahu apa saja bahan2nya. Dia hanya bilang, ramuan itu baik untuk mempercepat proses kesembuhanku, terutama untuk tenggorokan. Sebagai seorang ahli reiki, dia tak hanya membuatkanku teh setiap malam, tapi juga memberikan pijitan di punggung untuk melancarkan peredaran darahku.

    Mungkin ini hanya salah satu stimulus saja, karena kurasakan tubuhku yang sangat lemas dan bahkan tak kuat berjalan, pulih sedikit demi sedikit.

    Satu saat, ketika suaraku sudah mulai pulih seperti sedia kala, dia banyak menemaniku dengan cerita2nya. Maklum, Ryu dengan sengaja mengambil ponselku, dan melarang pembantunya memberikan surat kabar dan bahkan segera mengganti channel televisi yang sedang menyajikan berita, dengan cartoon channel, atau dimatikan dan menyimpan remote di balik saku bajunya.

    Minggu ini, setelah dia mengantarkanku untuk check up ulang di Pondok Indah
    dia bilang padaku. "Sava, sakitmu timbul bukan karena penyakit, tapi dari sini," ujarnya sambil pelan memegang keningku.

    Ya, aku cemas betul, dan tak tahu apa yang kucemaskan.
    Banyak hal yang datang dan akhirnya menyisakan lelah luar biasa dalam otakku.
    Jika hal itu terjadi, aku memilih untuk diam dan berusaha bermain-main dengan hal-hal yang menyisakan lelah itu. Terus kulakukan sampai akhirnya aku baru tertidur, menjelang matahari terbit.

    Banyak hal yang disarankan Ryu padaku. Pria sahabat lama almarhum ayahku itu seakan tahu apa yang kupikirkan. 70 tahun mengarungi kehidupan jelas dia sangat paham dengan kusut masainya dunia ini.

    "Va, lupakan saja. Berusaha ikhlaskan saja. Ikhlas, tapi tak hanya di bibir dan pikiran. Ikhlas dalam batin. Kamu mampu Va. Jangan kau perturutkan perasaan itu. Menara yang sedang kau bangun dengan susah payah akan ambruk begitu saja. Jika kamu hancur, kamu akan membawa sekelilingmu juga. Jangan cemaskan apa yang tak perlu kau cemaskan. Cukup sudah kau berkorban. Jangan lagi kau berjalan di atas bara. Lepaskan ya.

    Well, Life is unfair sometimes, but time will tell that life is unfair sometimes. We must accepted, be able to forgive, dan forget," katanya waktu itu.

    Lepaskan......
    Ya, aku ingin melepaskan semua kecemasan dan kekesalan itu.

    Ikhlaskan,
    tak hanya di bibir dan pikiran, tapi hati.

    tapi,
    betapa susahnya.....





    .

     
    Sunday, January 15, 2006

    Ambruk neh 

    Sejak semalam sudah tak enak badan. Benar juga, dokter hari ini memutuskan supaya aku istirahat total selama seminggu. Walau belum perlu untuk opname, tapi sakitku cukup telak, typus komplikasi maag, dan radang tenggorokan.

    Dokter sekeras-kerasnya melarang gak boleh makan pedas, gorengan, dan minum kopi. Makan obat teratur dan makan bubur plus tidak boleh kecapekan.

    Bujug..... padahal hari Sabtu aku masih bisa ketawa ketiwi, sekarang manyun gak bisa kemana-mana.



    .

     
    Sunday, January 08, 2006

    Intermezo 

    Tugas melaporkan kegiatan Presiden SBY hari ini sudah usai. Cukup banyak yang kulaporkan. Hari ini sangat padat dan melelahkan. Pulang dari Puri Cikeas sudah jauh malam, nebeng ikutan pulang ke Slipi sama teman dengan motor tiger-nya.

    Dari Cikeas sampai ke Slipi tak sampai setengah jam. Motor di kebut dengan kecepatan di atas 100 km per jam. Aku tak pakai helm dan jaket. Turun di depan rumah aku tak lagi dapat merasakan wajah, dan tanganku. Sangat dingin dan serasa mati rasa. Aku berdoa semoga sakitku tak lagi kambuh.

    Kebodohan pertama yang kubuat di tahun baru ini.


    .