<body bgcolor=white text=black link=black vlink=black alink=black marginwidth=0 marginheight=0 topmargin=0 leftmargin=0 rightmargin=0 bottommargin=0>
You can not blame my emotion because it will never fade away. I do not care about bad affinity. Its about me. Myself........


Visitor: hits.
Visitor online: online


These days the world's events are strange. They say this and they say that. There is no point arguning. I am better off dozing.....


NEWS
→Herald Tribune
→New York Post
→Washington Post
→Tempo
→Bisnis Indonesia
→Kompas
→Pantau
→MinergyNews
→Platts


DJOGJA's NEWS
→Kabare Jogja
→Gudang Info tt Yogya
→Angkringan
→Jawa Palace
→Primbon Jawa
→Sastra


JAZZ NEWS
→Horizon
→GRP
→Warta Jazz
→Jazz FM
→Dave Koz
→Fourplay
→Lee Ritenour



FILEs

  • January 2004
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • July 2006
  • August 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • November 2006
  • December 2006
  • January 2007
  • March 2007
  • April 2007
  • May 2007
  • July 2007
  • August 2007
  • September 2007
  • October 2007
  • November 2007
  • December 2007
  • January 2008
  • February 2008
  • March 2008
  • April 2008
  • May 2008
  • June 2008
  • July 2008
  • August 2008
  • September 2008
  • October 2008
  • November 2008

































  •    
    Angin Savana
     
    Tuesday, January 30, 2007

    Manusia berbudaya??? 

    Minggu, pertunjukkan terakhir dari Teater Koma di TIM untuk 'Kunjungan Cinta'. Grup besar ini memperingati hari jadinya yang ke-30 dengan mengusung pertunjukan berjudul Kunjungan Cinta di TIM. Seperti biasa, sebelum pertunjukan dimulai, seorang narator memberikan petunjuk tentang tata cara atau sopan santun ketika melihat pertujukkan.

    "Pertunjukan ini bebas rokok dan penonton tidak diperkenankan membawa makan dan minum. Mengingat sangat sensitifnya peralatan yang kami pakai,agar para penonton tidak mengaktifkan handphone, dan tidak mengambil gambar dengan lampu blitz. Kepatuhan anda adalah ciri orang yang berbudaya."

    Satu tata cara yang sangat wajar dan sudah sangat biasa bagi yang sering melihat teater. Tapi apa daya, pertujukan khas dari Teater Koma ini menjadi satu hal yang tak menarik lagi bagiku. Bukan karena pertujukan atau performa dari para pemainnya yang buruk. TIDAK. Justru pertujukan Koma kali ini yang menyertakan si Raja Monolog, Butet Kartaradjasa, sangat menyegarkan, serat banyolan yang menyindir kekuasaan, khas Koma.

    Tidak menarik pertunjukan ini justru datang dari sikap para penonton sendiri.

    1. Jam 07.30pm, pertujukan ini dimulai, tapi sampai jam 08.00pm masih banyak penonton yang berdatangan, dan apesnya mereka duduk di bagian tengah, sehingga ketika mereka lewat sangat mengganggu penonton yang sudah lebih awal duduk dan menikmati pertunjukan.

    2. Di tengah-tengah pertujukan, penonton banyak yang keluar masuk ruang teater, dan yang lebih menyebalkan lagi mereka masuk kembali ke ruangan, lengkap menenteng makanan dan minuman.

    3. Saat pertujukkan banyak juru gambar masih mengambil sketsa pertujukkan dengan blitz.

    4. Ketika pertunjukkan dimulai, sering terganggu dering handphone yang datang dari banyak penjuru.


    MENYEBALKAAAAAANNNNNNNNNNNNNNNNNNNN....................!!!!!!!!!

    Kenapa sih, para penjual snack dan baverage itu ikut disiplin TIDAK menjual barang
    dagangannya saat teater berlangsung?

    Kenapa sih, panitia tidak tegas melarang para penonton yang terlambat datang untuk
    tidak masuk ruangan saat pertunjukan sudah dimulai?

    Dan kenapa sih, sikap tidak menyenangkan itu justru datang dari penonton yang berasal dari kalangan menengah atas? Bukankah mereka selalu dengan atribut kaum menengah ke atas sebenarnya lebih tahu tata cara melihat pertujukan, dan ironisnya seringkali justru mereka merasa lebih BERBUDAYA?????


    .

     
    Thursday, January 18, 2007

    Mmmmm....... 

    Dari jauh melihatnya tertunduk
    tak kesibukan apa yang dilakukannya
    Sedikit lelah tergurat di rautnya
    Suara yang lama tak terdengar
    Wajah yang lama tak terlihat

    Tak jelas apa yang terasa
    karena memang tak terasa apa-apa
    selain rasa dekat, dan sekaligus jauh.......





    .