<body bgcolor=white text=black link=black vlink=black alink=black marginwidth=0 marginheight=0 topmargin=0 leftmargin=0 rightmargin=0 bottommargin=0>
You can not blame my emotion because it will never fade away. I do not care about bad affinity. Its about me. Myself........


Visitor: hits.
Visitor online: online


These days the world's events are strange. They say this and they say that. There is no point arguning. I am better off dozing.....


NEWS
→Herald Tribune
→New York Post
→Washington Post
→Tempo
→Bisnis Indonesia
→Kompas
→Pantau
→MinergyNews
→Platts


DJOGJA's NEWS
→Kabare Jogja
→Gudang Info tt Yogya
→Angkringan
→Jawa Palace
→Primbon Jawa
→Sastra


JAZZ NEWS
→Horizon
→GRP
→Warta Jazz
→Jazz FM
→Dave Koz
→Fourplay
→Lee Ritenour



FILEs

  • January 2004
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • July 2006
  • August 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • November 2006
  • December 2006
  • January 2007
  • March 2007
  • April 2007
  • May 2007
  • July 2007
  • August 2007
  • September 2007
  • October 2007
  • November 2007
  • December 2007
  • January 2008
  • February 2008
  • March 2008
  • April 2008
  • May 2008
  • June 2008
  • July 2008
  • August 2008
  • September 2008
  • October 2008
  • November 2008

































  •    
    Angin Savana
     
    Saturday, May 19, 2007

    Daniel Sahuleka in concert 

    Don't sleep away the night my baby
    Please stay with me at least till dawn
    It hurts to know another hour has gone by
    and every minutes is worthwhile*

    Hope you'll stay a little longer
    But I don't know how much time
    You got left.......**


    =====

    Aula Ersamus Huis yang tak seberapa luasnya dipadati oleh pengunjung dari semua lini dan generasi. Tua, muda, mahasiswa, pegawai kantoran, pejabat, penyanyi, aktor, semua ada di sini memenuhi kursi-kursi yang disusun setengah lingkaran, menghadap ke panggung yang masih kosong.

    Di atas panggung tak nampak alat-alat musik berjejer ataupun hiasan apapun selain sebuah kursi, microphone, ampli kecil dan hard case guitar yang diletakkan tepat disebelah kiri kursi. Panggung yang sangat biasa cenderung sederhana membiaskan lampu panggung berwarna coklat temaram. Sangat jauh kesan 'WAH' seperti konsep kemewahan panggung yang seringkali diusung para DIVA dalam negeri manakala tampil di JCC itu.

    Padahal tepat pukul 19.30 nanti, seorang penyanyi berkaliber internasional akan menghibur para undangan yang memadati aula itu. Yep, seorang Daniel Sahuleka akan membawakan sejumlah lagu secara akustik di Erasmus Huis. Semua orang dari berbagai generasi pasti mengenal lagu 'You make my world so colorfull' atau 'Don't sleep away the night.' Dua lagu yang seringkali masuk dalam album kompilasi dan termasuk dalam jajaran lagu yang abadi.

    Aku cukup beruntung masih bisa mendapatkan tiket untuk pertunjukan dia Sabtu ini. Meskipun untuk hari Senin 7/5 Erasmus Huis masih menampilkan Daniel Sahuleka dan gratisssss, tapi jelas tak mungkin aku dapat melihatnya.

    Tepat 19.30 sosok tinggi besar berkulit coklat khas Ambon dan berambut kriting panjang berjalan pelan dari belakang panggung sembari melempar senyum ramah dan menyapa para pengunjung. Daniel datang dengan penampilan andalannya, berbaju warna hitam dan bertelanjang kaki, -sama seperti waktu kulihat dia bernyanyi di arena Java Jazz 2006-. Dia tak banyak berubah sangat biasa, begitu kontras dengan panggung di aula Erasmus Huis ini.

    Beberapa lagu yang ada di dalam CD/VCD dalam album akustik terbarunya If I didn't dinyanyikannya malam itu. Permainan gitar akustiknya begitu lembut dan menyenangkan. Suaranya masih sebening dulu. Suara lembutnya mampu mengubah sekelilingnya larut terbawa suasana yang romantis. Daniel memang membawa ciri khasnya sendiri.

    Bagiku, cara dia membawakan lagu-lagunya secara akustik justru memberi makna tersendiri dibandingkan ketika dia menyanyi dengan diiringi instrumen lengkap. Dia mampu menghipnotis setiap penonton untuk mengikutinya bernyanyi, dan membuat sepasang pasutri -yang kebetulan suaminya adalah pejabat kondang- yang duduk tepat di depan kursiku saling berpegangan tangan mesra.

    Seusai manggung pun dia sempat memberikan waktu untuk ngobrol dan menandatangani album yang sedang dipromosikannya. Dia sangat ramah, dan masih bisa berbahasa Indonesia meskipun terpatah-patah.

    Di usianya yang 57 tahun ini dia masih tetap berkarya dan mempunyai kerinduan dalam untuk mengadakan konser di beberapa kota Indonesia. Setiap musisi memang mempunyai ciri khas sendiri, dari yang sangat sederhana sampai glamor.

    Banyak orang bilang,"ketenaran itu satu hal yang mesti disikapi dengan kewajaran dan kesederhanaan tanpa perlu mengubah apapun".......maka seorang Daniel Sahuleka akan masuk di dalamnya...... Seperti ucapnya malam itu, "Just be your self."



    Dalam perjalanan pulang, aku masih terbawa suasana saat dia menyanyikan single terbarunya, If I didn't.....

    If I didin't have you then
    What will become of me?
    If I had never met you
    How would my life be?
    Would I be the same?
    If I'd been loving antoher name
    Would I stay untamed
    Would there be any aim?
    So whom I will be.......***



    Meleleeeeeeehhhhhh dg suksesss deeeeehhhhhhhh......... ^_^



    * Don't sleep away this night my baby
    ** Hey, it's good to see you back again
    *** If I didn't





    .

     
    Friday, May 18, 2007

    Pantas dan tidak pantas 

    Mungkin akan jauh lebih mudah menilai sesuatu bagus atau buruk, jika dibandingkan menilai sesuatu itu pantas atau tidak pantas.

    Menilai bagus atau buruk dapat dengan mudah dilakukan dengan mengaktifkan semua indra yang ada di tubuh kita. Misalnya saja, menilai satu buku yang baru saja terbit baik atau buruk dapat dilakukan dengan membacanya terlebih dahulu, atau kalau ingin instan ya dilihat saja dari sampul bukunya. Maka dengan cepat kita akan mengatakan "oh, bagus" atau "jelek, jangan beli pinjem aja."

    Tapi coba ketika kita dihadapkan dengan satu fenomena yang paling mudah, seorang perempuan merokok di areal publik. Pendapat satu orang dengan orang lain tentang apakah itu pantas atau tidak sangat subjektif.

    Untuk satu orang akan mengatakan perempuan yang merokok itu tabu, sangat tidak pantas, tidak sopan. Tapi untuk orang lainnya lagi akan justru mengatakan bahwa perempuan merokok sangat seksi.

    Memang ukurang pantas dan tidak pantas sangat subjektif, dan terkait dengan rasa, atau 'roso'. Itu ada dalam hati setiap orang, dan setiap orang mempunyai penilaian sendiri, dan ukuran tersendiri.

    Belum lama ini seorang saudara bilang padaku bahwa seorang perempuan yang hampir 30 tahun dan belum menikah sangat tidak pantas. Secara adat Jawa,-dalam pikiran dan pendapat dia-, adanya perempuan dalam satu keluarga yang belum menikah ketika umurnya cukup itu sangat tidak pantas cenderung memalukan.

    Tapi saudaraku yang lain justru berkata hal yang berbeda. Perempuan yang buru-buru menikah juga tidak menjamin tidak memalukan keluarganya. Biasa saja perempuan itu menikah di usia muda -tidak semua- karena sesuatu dan lain hal.

    Pernyataan yang menyinggung masalah menikah dan bukan, untuk ukuranku saat ini menjadi satu hal yang sangat absurd dan tidak riil. Mengapa menikah masuk dalam ukuran pantas atau tidak pantas, padahal menikah adalah satu konsep yang sederhana dan hanya membutuhkan satu konsep dan komitmen bertanggung jawab di dalamnya?

    Ahaaa.... mungkin si mbakyu itu merasa kurang beruntung ketika melihatku yang masih single ini bebas terbang kemana-mana, di saat dia masih harus bangun dini hari untuk menyusui bayinya. Tapi kenapa dia tidak mencoba mengubah cara pandang dia bahwa seorang yang masih sendiri juga mempunyai tanggung jawab yang lain dan mungkin sama beratnya dengan bangun dini hari untuk mengganti popok dan menyusui bayinya.

    Jika seseorang belum menikah dinilai dari pantas atau tidak pantas, mengapa seseorang yang mengomentari seorang saudaranya perempuannya belum menikah adalah satu hal yang tidak pantas di hadapan banyak orang tidak boleh masuk dalam daftar pantas atau tidak pantas itu?

    Mengapa orang ini justru dianggap menjadi pahlawan kesiangan dengan mendapatkan anugrah penghargaan menjadi seorang yang masih memikirkan nasib saudaranya di tengah keributan dia dengan keluarganya sendiri?

    Heeemmmmfffff...... bukankah suka mencampuri orang lain justru sangat bisa dimasukkan dalam kategori pantas dan tidak pantas??????? Bukaannnnn........



    .