Kalian pasti pernah merasakan antri hampir satu jam untuk menikmati kemeriahan naik jetcoster di taman-taman hiburan. Rasakan penatnya ketika berdesakan mengantri. Rasakanlah ketika mulai menaikkinya dan dijungkir balikkan sampai adrenalin mendesak otak, atau perut mual. Rasakan semua itu, setiap detik, tiap menit. Tapi kalian harus
tetap menyadari bahwa tak selamanya kalian akan duduk di dalam jetcoaster itu. Ada masa semua kemeriahan, kesenangan, kebahagiaan akan meninggalkan atau harus ditinggalkan.
Pastinya kalian pernah mengalami satu moment yang sangat membahagiakan. Satu masa yang sangat menyenangkan sehingga seakan wajah memancarkan cahaya hangat, mata selalu berpendar menyiratkan kebahagiaan sangat. Namun bagaimana ketika momet bahagia itu kemudian harus berlalu dari diri kita, tak menyisakan apapun kecuali kenangan bahagia sekaligus torehan kepedihan sekaligus.
Jika kenangan indah itu tiba-tiba datang, kenanglah semuanya. Rasakan indahnya saat moment itu terjadi dan merasukdalam pikiranmu. Sedetik, semenit, rasakan saja, jangan tolak, dan jangan pernah mengubah itu dengan menghadirkan kepedihan yang akhirnya tertoreh ketika satu drama telah usai.
Nikmati saja semua keindahan itu. Tak perlu menolaknya, tak ada gunanya justru hanya semakin menyakiti dirimu sendiri. Jangan melawannya, justru rasakan kembalinya kenangan itu.
Rasakan saja ketika membaui aroma sama dengan aroma yang dulu sempat membuat kita melayang dan merasakan kehadiran sesosok. Penuhi semua paru-parumu dengan aroma yang tertinggal di udara, dan membuatmu ingat akan satu kenangan indah dengan seseorang atau ruangan yang beraroma sama. Nikmati kenangan indah yang datang hanya karena kalian melihat sosok itu melintas. Nikmati saat kalian memandang ayun langkah kakinya, senyumnya, cara memandangnya, cara berbicaranya, atau khas gelak tawanya.
Syukuri dan rasakan mendapat berkah pada satu titik dalam kehidupanmu.
Meskipun kalian tahu, pada saat ini tak akan dapat lagi menyentuhnya, atau bahkan saat dekat justru menjadi sangat berjarak dan terasa jauhnya.
Syukuri saja semua itu tanpa pernah mengharap apapun.
Jangan pernah mengharap lebih meski keinginan itu bagaikan pukulan bertalu talu, mendesak setiap senti otakmu. Menghajar setiap detak jantungmu, dan bahkan meledakkan setiap nadi dalam tubuhmu. Merobekmu dan mencampakkanmu seakan dirimu adalah satu hal yang tak berharga.
Saat itu hati kalian akan mulai risau atas kesalahan atau kebodohan dulu. Saat itu datang, bilang saja pada diri kalian sendiri,
"ah, rupanya kamu masih memikirkan itu. Silahkan berpikir sesukamu, masih ada urusan yang lebih penting lagi." Kembangkan rasa syukurmu, bahwa apapun itu, semanis apapun awalnya dan segetir apapun akhirnya, itu yang terbaik. Dan Tuhan masih membiarkan kalian menikmatinya walau sebentar........
Hidup kalian akan terasa indahnya ketika bersabar atas kepedihan yang datang, dan ikhlas atas kehilangan. Meski kalian pun perlu tahu, kalau air mata pun pasti mengalir atas semua itu. Wajar, karena kita hanya manusia biasa.
.