<body bgcolor=white text=black link=black vlink=black alink=black marginwidth=0 marginheight=0 topmargin=0 leftmargin=0 rightmargin=0 bottommargin=0>
You can not blame my emotion because it will never fade away. I do not care about bad affinity. Its about me. Myself........


Visitor: hits.
Visitor online: online


These days the world's events are strange. They say this and they say that. There is no point arguning. I am better off dozing.....


NEWS
→Herald Tribune
→New York Post
→Washington Post
→Tempo
→Bisnis Indonesia
→Kompas
→Pantau
→MinergyNews
→Platts


DJOGJA's NEWS
→Kabare Jogja
→Gudang Info tt Yogya
→Angkringan
→Jawa Palace
→Primbon Jawa
→Sastra


JAZZ NEWS
→Horizon
→GRP
→Warta Jazz
→Jazz FM
→Dave Koz
→Fourplay
→Lee Ritenour



FILEs

  • January 2004
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • July 2006
  • August 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • November 2006
  • December 2006
  • January 2007
  • March 2007
  • April 2007
  • May 2007
  • July 2007
  • August 2007
  • September 2007
  • October 2007
  • November 2007
  • December 2007
  • January 2008
  • February 2008
  • March 2008
  • April 2008
  • May 2008
  • June 2008
  • July 2008
  • August 2008
  • September 2008
  • October 2008
  • November 2008

































  •    
    Angin Savana
     
    Sunday, July 27, 2008

    Beautiful MESS 

    Yep, hari ini tepat sembilan hari gue gak bisa tidur.
    Sudah semua gaya yoga plus meditasi yang selama ini dipelajari, gue praktekin. Mulai dari teratai, sampai nungging-nungging gak ada hasilnya. Udah gue coba nutupin muka dalam2 dengan bantal, tetap aja gak bisa tidur.......

    Astaganaga......


    .

     
    Friday, July 25, 2008

    Hari ke-6 

    Ini hari keenam aku tak bisa tidur.
    Satu hal yang sangat kuat menarikku untuk terus tersadar. Aku berpikir betul. Sesaat seperti berada di batas antara kesadaran dan khayal.

    Dua agenda baru yang kulalui setiap pagi. Mandi lebih pagi dan langsung berangkat dari rumah jam 7 pagi. Waktu yang sangat tak mungkin ku jalani kecuali terpaksa harus meninggalkan rumah di pagi buta dengan tujuan mengikuti sidak para petinggi negara ini.

    What a life.... my life....

    .

     
    Thursday, July 24, 2008

    Let's see how far we've come 

    waking up at the start of the end of the world, but it's feeling just like every other morning before. I started running but there's nowhere to run to. You know the world is headed for hell. Now I wonder what my life is gonna mean if it's gone.

    I believe the world is burning to the ground.
    I believe the world is coming to an end.
    I guess we're gonna pretend. Let's see how far we've come
    It's gone, gone, there's no one at the corner.
    It was cool, cool, it was just cool.


    ======

    Hari ini genap lima hari aku tak memejamkan mata barang sedikitpun. Saudara insomnia yang pernah pergi jauh, ternyata masih mengingatku dan lima hari ini kembali datang bertamu.

    Fakta medis menyebutkan bahwa tanpa makanan manusia akan lebih bertahan hidup lebih lama dibandingkan tanpa tidur. Batas maksimal manusia dapat bertahan tanpa tidur yang tercatat sejauh ini adalah 264 jam, atau sekitar 11 hari.

    Ok, mungkin ini jadi satu bentuk tes daya tahan tubuhku juga. Seperti yang sering aku bilang, hidupku memang sangat berwarna, ekstrim, dan gila pastinya.

    .

     
    Monday, July 21, 2008

    Exil on Mainstream 

    everyone keeps talking
    promise me everything
    but they don't mean anything
    I may lose my focuss
    there is too much word
    the meaningless word
    perhapas, I never meant to learn


    ================

    Aku kehilangan fokus sekarang ini.

    Satu hal yang tidak dapat menjadikan ku bangga dan membuatku ingin menceburkan diri ke kolam sekaligus menenggelamkan tubuh dalam-dalam. Gila, gelap dan suram benar hidupku sekarang ini.

    Aku bahkan tak lagi sanggup meletakkan tangan di lingkaran tujuan yang kubuat sendiri. Cutiku tinggal hitungan minggu, dan jika memang benar, maka pada akhir cuti aku sudah dipindahkan ke tempat yang baru. Tantangan baru lagi. Aku berharap tempat baru itu bisa menampung seluruh energiku yang meluap-luap.

    Sungguh aku merasa terasing di tengah keramaian. Aku merasa sendiri di antara teman-teman yang segudang. Kenapa aku ini?

    Tempat dimana aku selalu bersemangat kukunjungi selama enam tahun ini sudah tak lagi menarik. Teman yang dulu selalu bersama, dan saat ini berada dalam posisi baru sudah mulai banyak yang mengubah sikap. Apakah memang orang harus selalu mengubah diri ketika mendapatkan amanah yang bernama kekuasaan? Mengapa orang jadi menjadi merasa sok sedemikian berlebihan dalam memangku tanggung jawab yang terkemas dalam sebentuk kata kekuasaan? Seringkali manusia berubah menjadi munafik di luar kesadarannya. Kepentingan dan Kekuasaan tak ubahnya seperti kakak adik tiri yang saat jauh dirindukan, saat dekat dicemooh habis-habisan.

    Mengapa justru aku merasa mereka yang berubah sementara pada saat yang bersamaan mereka mengatakan aku justru yang meninggalkan karena menarik diri dari pusaran pergaulan? Kontradiksi yang aneh.

    Aku merasa sudah tak lagi ada tantangan itu. Energi besar yang tak bisa kulepaskan diantara kekesalan yang sudah pada puncaknya pada atasan gue yang suka berbicara dengan suara keras seperti tinggal di negara yang berpenduduk pada budhek dan menyalahkan gue tidak akurat sementara DIA SENDIRI GAK BISA BEDAIN APA ITU LIFTING dan PRODUKSI MINYAK MENTAH. PLUS SANGAT NGEYEL BILANG KALAU MOPS ITU SINGKATAN DARI MEAN OIL PLATS SINGAPORE, SEMENTARA DI KAMUS ENERGI MANAPUN MOPS KEPENDEKAN DARI MID OIL PLATS SINGAPORE!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    Plus gue yang datang ke lapangan nyari berita pontang panting sementara mitra gue yang katanya harus saling backup hanya duduk manis di kantor telpon sana sini, tambahin berita gue, besok paginya di halaman koran dan posisi pencantuman nama dia pada peringkat yang sama dengan gue......di byline. Ketidakadilan yang sungguh membuatku sakit hati betul. Gue gak bisa berbuat banyak, selain males kehilangan banyak energi, plus dalam pikiranku hanya ada dua pilihan menyikapi tempat dimana enam tahun ini bernaung..... pertama, diam atau kedua, berhenti.

    Apa aku juga harus ikut arus... dimana wartawan berubah kinerja layaknya pegawai negeri, jarang ke lapangan, hanya telpon sumber sana sini, terus bikin berita dan besok berkibar di koran. Tapi apa ya harus pasrah disebut wartawan klooningan???? Sementara menjadi wartawan adalah profesi yang sangat aku cintai.
    Dunia ini sudah sangat terbalik.

    WHAT A LIFE... SUCK! DAMD, DAMD, DAMD, DAMD, DAAAAAAMMMMMMMMMMMMMMMMDDDDDDDDDDDDDDDDDD!!!!!




    Kekesalan yang sedemikian memuncak, di tengah energiku yang membadai sementara semua itu tak dapat kuledakkan dengan bebas.

    Hallahh.... hidup macam apa ini.....
    Ini bukan aku.
    Jelas bukan aku.




    .

     
    Friday, July 18, 2008

    BITCH ITS SUCK 

    LIFE IS A BITCH AND SO SUCK SOMETIMES.
    WHEN WILL BE GONE????????????????

    Arrrrrrrrrrggggggggggggggggghhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!


    .


     
    Monday, July 14, 2008

    kebak mbludak 

    pada satu titik, aku sudah tak lagi perduli!


    .



    Menopo panjenengan taksih kemutan menawi wekdal meniko sakjatosipun namung sekedhap, mboten ngantos sak kedheping netro. Panjenengan menopo mboten keraos menawi ngantos sakmeniko wonten saktunggaling lare estri ingkang ngraos menawi panjenengan mboten langkung sae tinimbang lare jaler ingkang tegel ngrisak gesang lan gegayuhan ageng? Mugi panjenengan saged kemutan. Menawi mboten njih mboten dados menopo. Mugi Gusti maringi pangaksami dumateng panjenengan. Mugi lare estri panjenengan mboten nandang soro ingkang nggrantesaken penggalih, ingkang sami kalihan tiyang estri meniko. Sampun, sampun. Mbok bilih cekap semanten, matur nuwun.



    .

     
    Monday, July 07, 2008

    another TANTRUM 

    Aku tak akan pernah punya rasa takut padamu,
    tapi rasa itu justru membuatku takut.

    Semua orang bisa meledak marah,
    tapi tak semua orang dapat mengendalikan marah itu sendiri.



    =======

    Katanya, marah itu jangan sampai dipendam, karena saat meledak bahaya akibatnya.

    Marah adalah salah satu bentuk emosi yang sangat manusiawi karena semua orang pasti akan merasakan. Penyebab marah sangat beragam, mulai dari hal yang remeh hingga masalah yang menyangkut harga diri.

    Kalimat sederhana yang tak tertangkap jelas makna pesannya dapat membuat orang menjadi marah. Orang saling sikut-sikutan untuk mendapatkan tempat duduk dalam bus bisa memicu kemarahan. Orang buang sampah sembarangan bisa bikin marah. Orang batal beli duku sekilo di pasar induk pun dapat meledakkan rasa marah yang tak berkesudahan.

    Sampai saat ini aku sedang belajar untuk mengendalikan rasa emosionalku yang tiba-tiba saja meledak tak tentu arah.
    Gimana ya caranya?
    Kalimat itu yang seringkali terlontak atau sekilas lewat di pikiranku.

    Belakangan ini tak hanya sekali dua kali aku berhadapan dengan hal-hal yang membuatku ingin meledakkan amarah. Ketika ngantri, ketika sambungan internet lelet bin lemot, ketika ngobrol sama orang yang tak kunjung ngerti, saat bos begitu ngeyel dan gak ngerti kondisi di lapangan, saat teman sekerja berprilaku seenaknya sendiri,.... begitu banyak saat dan ketika. HUH.......

    Begitu besar ledakan marah yang ingin keluar saat melihat sesuatu yang tidak pada tempatnya atau hal yang paling tepat saat di dzolimi. Tapi apa daya, aku begitu susah mengeluarkan amarah itu. Rasa marah itu membuat isi kepala dan dadaku memanas tapi tak sanggup aku mengeluarkannya dalam bentuk kemarahan yang nyata.

    Dalam frame otakku secara otomatis mengeluarkan sinyal ketika marahku sudah sampai ke ubun-ubun. Sinyal yang mengatakan.............. "Sava, marah itu gak ada gunanya. Jadi ribet dan capek sendiri. Hal kecil2 itu tak pantas menghabiskan volume energi dan otakmu."

    Akhirnya akupun mengeluarkan jurus kesabaran tingkat tinggiku untuk menurunkan kadar marah yang menggelegak itu. Jika penyebab marahku masih ringan, paling hanya ngomel. Jika kadar marahku menengah sampai tingkat tinggi, aku akan menepisnya dengan bercanda, tertawa-tawa dengan teman2. Jika memang tak lagi mood, aku bisa dengan gampangnya meninggalkan satu acara atau mendadak pamit pulang hanya karena khawatir amarahku meledak pada orang yang salah. (YANG SATU INI MEMBUATKU MENDAPAT CAP MAHLUK PALING ANGIN-ANGINAN, DAN TAK GAMPANG DITEBAK KEINGINANNYA).

    Sungguh satu kamuflase yang tak sehat betul.

    Ketika aku mencapai puncak kemarahan yang sesungguhnya, aku hanya bisa diam. Paling banter hanya air mukaku yang mendadak berubah memancarkan wajah tak suka [bete abis], atau raut muka memerah padam. Sungguh pun rasa hati ingin memaki-maki orang yang kebangetan biadab prilakunya atas diriku, benar2 tak mampu kulakukan.

    Satu saat aku pernah marah betul, dan akibatnya tv di rumah ancur berkeping-keping. Itu saat yang justru membuatku tercengang dan tak kusangka betapa aku bisa berubah menjadi distruktif.

    Emosiku -amarah- nyaris sama dengan mesin diesel. Lama panasnya.
    Sekali marah, momentnya sudah lewat, jadi keliatan tambah ngaco.

    Satu hal yang kudapat dari pelajaran marah.
    Marah itu capek.
    Marah itu kesel.
    Marah itu menghabiskan lebih dari 50% energi yang kita miliki.
    Energi yang semakin sedikit dicadangkan dalam diri sendiri.
    Energi yang susah payah dikumpulkan sejalan dengan semakin bertambahnya usia kita.

    Aku takut semakin lama kondisi ini jadi semakin tidak terkendali.
    Akar masalah dan semuanya menjadi semakin tak jelas. Sangat memusingkan dan membuat gamang. Sesaat aku menjadi semakin takut untuk melakukan sesuatu dan justru berujung meragukan kemampuan diri sendiri.

    Well some point I've been thinking to moving out or kinda something.
    Perhaps its time. Its been awhile I am living on the comfort zone.
    Something that haven't made any differences anymore.
    Day to day everything rolling and moving exactly the same.
    Not seen any challange but blady silly stupid competition.
    Not worthed.
    Boring indeed!!!!!


    Akhir-akhir ini aku merasa menemukan banyak hal yang tidak pada tempatnya.
    Hal kecil yang justru memicuku untuk meledakkan amarah. Yang paling sering aku rasakan sekarang adalah satu rasa bahwa apa yang kukerjakan dengan sepenuh hati tidak mendapatkan penghargaan yang semestinya.

    Penghargaan tidak dalam bentuk materi, tapi berbentuk pengakuan aku itu ada, dan diakui hasil kerjaku. Rasa terima kasih dan kalimat well done itu sudah menjadi satu hal yang sangat besar efeknya dibandingkan sikut-sikutan hanya mendapatkan jatah bonus prestasi yang semakin tak signifikan efeknya.

    Saat ini aku merasakan NOL besar untuk itu.
    Satu sisi aku ingin berontak karena ketakutan bahwa aku akan dicap tidak perform karena tidak terlalu berkilau seperti dulu.

    Padahal aku sudah hampir setengah mati dan setengah hidup untuk melakukan sesuatu, tapi tak pernah dilihat. Justru saat aku pontang panting ke lapangan nyari laporan, disangka gak kerja dan hanya main2. Tapi justru yang datang siang ke kantor, dan telpon sana sini, kerjaannya dinilai bagus.

    Sungguh fenomena yang membuatku berulang kali menggaruk garuk kepala yang pastinya tidak gatal.


    Satu resep yag seringkali diusung oleh banyak orang saat merasa tak dihargai atau diperdulikan orang............ BERPIKIR POSITIF.

    Hmmmmmmmmm....... satu kalimat yang menurutku ampuh tapi juga banci. Kalimat pamungkas para motivator untuk menenangkan atau menambah daftar nama klien yang ingin mendapatkan petuah-petuah semu untuk sekedar lari sebentar dari masalah yang datang.

    Kalimat motivasi yang tak ubahnya seperti candu yang sesaat melenakan orang.

    Sesaat orang merasa termotivasi.

    Orang yang terancam digugat cerai,
    jadi seakan-akan gak jadi cerai, padahal besok pagi tetap harus datang menghadapi persidangan cerai.

    Orang yang terbelit utang,
    seperti punya uang bermiliar-miliar,
    padahal besok tetap harus bayar utang yang duitnya gak kebayang dari mana.

    Orang yang dikeluarkan dari pekerjaan,
    mendadak merasa menjadi pemilik perusahaan,
    padahal besok dia tetap harus hengkang dari kantor.

    Orang yang kelaparan,
    seakan-akan kekenyangan seperti baru makan tujuh hari tujuh malam,
    padahal perut masih melilit-lilit.

    Motivasi..... motivasi itu paling ampuh kalau datang dari diri sendiri, dan bukan dari orang lain. Orang lain hanya contoh, tapi yang membuat perubahan dan keinginan berubah itu tetap harus datang dari diri.

    Sekarang ini ingin rasanya aku meluapkan rasa kesal dan amarah yang membuat sesak dada hingga plong habis tak tersisa.

    Tapi -sekali lagi- lha gimana caranya.

    Sekali aku berpikir keras untuk menemukan sumber amarahku, justru kondisiku jadi makin tak karuan juntrungannya. Payah betul.

    Apa yang terjadi?
    Kenapa bisa begini?
    Ah jadi seperti acara Tebak Tepat tingkat SD di masa jaya-jayanya TVRI dulu.

    Satu yang pasti, aku harus berubah.
    Berubah menjadi baik tentunya.



    -Thx Lou-

    .