<body bgcolor=white text=black link=black vlink=black alink=black marginwidth=0 marginheight=0 topmargin=0 leftmargin=0 rightmargin=0 bottommargin=0>
You can not blame my emotion because it will never fade away. I do not care about bad affinity. Its about me. Myself........


Visitor: hits.
Visitor online: online


These days the world's events are strange. They say this and they say that. There is no point arguning. I am better off dozing.....


NEWS
→Herald Tribune
→New York Post
→Washington Post
→Tempo
→Bisnis Indonesia
→Kompas
→Pantau
→MinergyNews
→Platts


DJOGJA's NEWS
→Kabare Jogja
→Gudang Info tt Yogya
→Angkringan
→Jawa Palace
→Primbon Jawa
→Sastra


JAZZ NEWS
→Horizon
→GRP
→Warta Jazz
→Jazz FM
→Dave Koz
→Fourplay
→Lee Ritenour



FILEs

  • January 2004
  • February 2004
  • March 2004
  • April 2004
  • May 2004
  • June 2004
  • July 2004
  • September 2004
  • October 2004
  • November 2004
  • December 2004
  • January 2005
  • February 2005
  • March 2005
  • April 2005
  • May 2005
  • June 2005
  • July 2005
  • August 2005
  • September 2005
  • October 2005
  • November 2005
  • December 2005
  • January 2006
  • February 2006
  • March 2006
  • May 2006
  • June 2006
  • July 2006
  • August 2006
  • September 2006
  • October 2006
  • November 2006
  • December 2006
  • January 2007
  • March 2007
  • April 2007
  • May 2007
  • July 2007
  • August 2007
  • September 2007
  • October 2007
  • November 2007
  • December 2007
  • January 2008
  • February 2008
  • March 2008
  • April 2008
  • May 2008
  • June 2008
  • July 2008
  • August 2008
  • September 2008
  • October 2008
  • November 2008

































  •    
    Angin Savana
     
    Friday, October 17, 2008

    postingan Abdel 

    Dua postingan ini sengaja gw ambil dari friendsternya komedian Abdel Achrian. Sangat sederhana tulisannya tapi cukup dalam maknanya.

    =======


    May 4th, 2006 by abdel-achrian

    gue baca di gatra, disitu ada tulisan yang bilang kalo pepatah hindu percaya sama "semakin kau mencari kebahagian, semakin kau dapati ketidakbahagiaan".. buat gue, pepatah itu bener banget. Bahagia itu gak usah dicari, bahagia itu dateng sendiri. Di rehab ada motto yang bilang "do your thing right, and everything will follow" ini juga gue percaya banget. Sengotot apapun lo nyari kebahagiaan, tapi kalo caranya gak bener, yang lo dapet cuma opositnya…
    1st post



    April 22nd, 2006 by abdel-achrian

    Gue pernah denger kata2 bijak,
    Kalo elo mo nikmatin indahnya mentari fajar, elo harus ngelewatin gelapnye malam.
    Terserah elo gimana caranya ngelewatin malem, bisa tidur aje (tapi risikonye ketiduran ampe siang) atau lo mo begadang (tapi jadi lemes siang2nye)
    Sekarang ini idup gue lagi ada di fase malem. Usaha terus supaya bisa nikmatin mentari pagi tanpa perlu takut ketiduran ato nikmatin dengen mata sepet.

    Gue pernah denger lagunye rolling stones, U can’t always get what u want..
    Sekeras apapun usaha lo, sebanyak apapun keringet lo yang keluar, bukan jaminan lo dapetin yang lo pengen. Sebab kita gak selalu bisa dapet yang kite pengen.
    Sekarang ini gue lagi dalem fase ‘nrimo’ apa yang gue punya, n usaha untuk dapetin yang gue pengen. Sebab akgirnya gue tahu, hidup ini adalah proses not the end.

    Gue pernah denger temen baek gue bilang gini, “Enak ye jadi elo, gak punya duit tetep happy”
    Hehehe…. gue bilang happy tuh ada disini n disini (sambil nunjuk otak gue yang didengkul dan dada gue (tepatnya dua jari dibawah susu kiri yang dipercaya sebagi letaknya QOLBU).
    Gue tanya ama die, emang duit lo di dompet ada berape? Die bilang 7 ribu perak. Trus gue tanya Lo bawa mobil gak? die bilang bawa.

    “Lo mo kemane sih abis ini?”

    “Gue mo pulang ke rumah”

    “Trus lo ngerasa resah karena uang lo cuma 7 ribu?”

    “Lah iya laaaah”

    “Emang bensin lo abis?”

    “Enggak”

    “Lo jadi gak happy?”

    “Iye… gue resah, langkah jadi kaku kalo gak megang duit gini”

    “Kalo tujuan lo ke rumah, ngapah lo jadi resah? biarpun uang di dompet lo ada sejuta, kalo tujuan lo pulang ke rumah aja kan gak kepake juga tuh uang. Sama aja. Gak ngaruh dompet lo gak ada isinye juga. Kalo tujuan lo pulang ke rumah lo gak perlu pake uang”

    “Lo mah enak… orang gila…”


    .

     
    Monday, October 13, 2008

    Keberanian menerima dan menjalani hidup 

    Selama ini manusia seringkali berbeban untuk menjalani hidup.
    Kenapa?

    Seringkali hidup yang sebenarnya dapat dijalani dengan mudah, berubah menjadi begitu sulitnya gara-gara dalam pikiran kita nyelip keinginan untuk mendapatkan ini dan itu, mencapai ini dan itu.

    Tidak salah memang ketika manusia memiliki keinginan. Lha wong memang sudah dari sononya manusia itu diberikan yang namanya nafsu. Sah-sah saja manusia berkeinginan dan bercita-cita.

    Tapi sebentar.... bagaimana jika kondisi keinginan, menginginkan, memimpikan, atau segala bentuk keinginan atas kepemilikan baik berbentuk fisik atau non fisik mulai mengusai otak, dan merebut hampir 50% lebih waktu manusia itu.

    Bagaimana ketika kemudian manusia yang sebenarnya dapat menjalani hidup dengan tenang2 saja, berubah total menjadi tak jelas dan malah jadi pemimpi paling absurd sedunia ketika menginginkan satu hal yang jelas tapi sebenarnya tak jelas?

    Kata motivator Mario Teguh, ketika manusia berkeinginan sangat besar maka kuatkan hati dan naikkan kualitas diri sehingga menjadi sangat layak untuk menerima keinginan yang besar itu.

    Dan jika manusia yang berkeinginan besar itu dilecehkan keinginannya oleh manusia lain maka dia harus segera berkata balik, "mungkin keinginan itu terlalu besar untukmu, tapi biarkan saya mencoba dan menerima keinginan atau wujud dari mimpi yang besar itu. Kualitas masing-masing manusia itu berbeda."

    Namanya juga motivator, ngomongnya gampang sambil senyum manis tapi implikasinya benar-benar susah.

    Kembali ke masalah keinginan, jadi manusia harus bagaimana agar tenang menjalani hidup? Ya gak ngapa-ngapain.

    Kunci pastinya hanyalah berusaha menerima apa yang saat ini terjadi, dan tetap tersenyum dalam menjalani hidup. Bagaimana cara mengimplementasikannya? Lha mbuh, wong aku sendiri juga lagi belajar.

    Satu hal lagi, manusia begitu cepat akrab dengan manusia lain, atau satu saat begitu mencintai manusia lain, tapi seringkali hal tersebut tak berlangsung lama dalam artian pada satu saat akan terjadi pertikaian yang berujung pada kebencian dan perpisahan. Seperti dua sisi mata uang yang berbeda, tapi tak dapat dipisahkan.

    Ego seorang manusia seringkali melampaui ego manusia lain, dan juga sebaliknya. Sekali dikecewakan maka tak akan lagi bisa kembali hubungan seperti semula. Bahaya? Mungkin. Pada satu titik aku merasakan hal seperti itu. Apalagi ego ku terkenal begitu besar.

    Jika semua ego itu dapat diselesaikan dengan mengalah, dan memaafkan tentu akan lebih baik. Tapi kembali prakteknya begitu susah dilakukan.

    Satu contoh kecil: ketika satu manusia menjalin hubungan baik dengan sesamanya dan dia begitu tepo seliro untuk tidak menyakiti manusia lain, tapi kenapa selalu manusia lain itu akhirnya hanya akan menyakiti dirinya. Ibaratnya sudah dikasih hati mau minta jantung. Anjrit!!!

    Apa yang terjadi kemudian? Jelas bahwa hubungan baik itu tidak akan pernah tersambung seperti semula. Tak ubahnya dengan gelas pecah, meski disambung dan direkatkan kembali tetap terlihat retakannya.

    Yah, hidup itu indah dengan segala macam pernak perniknya.
    Yang paling penting adalah belajar bagaimana menerima hidup itu dan menjalaninya.
    Kalau sekarang baru bisa jalan kaki, ya jalanin aja tanpa lupa bersyukur, kalau sudah waktunya pasti bisa naik BMW he he he he.....


    .